Kreatifitas, kepuasan kerja, keuletan, ketangguhan, dan bahkan keberhasilan kepemimpinan di tempat kerja sering kali bersumber dari tajam tidaknya penghayatan seseorang akan tujuan yang sedang diembannya. Sejumlah besar penelitian sudah memberikan indikasi bahwa penghayatan seseorang akan self nya sering kali menjadi alasan munculnya sejumlah sikap dan perilaku. Misalnya keberhasilan seseorang dalam kerja tampaknya disumbang cukup banyak oleh bagaimana seseorang itu menghayati self nya. Memang tak dapat dipungkiri bahwa ka jian mengenai ?self? adalah telaah yang sangat penting dalam psikologi sejak kurun waktu yang cukup lama.
Penghayatan ?self? seperti apakah yang dapat berperan terhadap munculnya sejumlah perilaku positif seperti keberanian, keteguhan, ketangguhan, kreatifitas, dan happiness?
Pandangan mengenai diri/self yang keliru dapat berakibat fatal. Kurangnya antusiasme dalam kerja, sensitifitas yang berlebihan, ketegangan yang terus-menerus, atau mudah lelah sering kali adalah buah dari adanya cara pandang yang keliru mengenai diri. Seseorang perlu mereframe ulang penghayatannya mengenai hidup dan dirinya secara keseluruhan. Menemukan insight mengenai cara pandang diri yang keliru dan mencobakan beberapa cara yang dapat mempertajam penghayatannya yang lebih murni mengenai hidup dan dirinya adalah tujuan utama workshop dua hari ini.
Sasaran utama workshop ini adalah membantu tiap peserta untuk mendapatkan insight-insight yang diperlukannya untuk dapat memiliki cara pandang yang lebih jernih mengenai diri dan seluruh kapasitas yang dimilikinya sehingga memiliki sejumlah motivasi positif yang membuatnya untuk dapat lebih berkontribusi secara optimal dalam lingkungannya.
Flow yang disusun dalam workshop dua hari ini adalah:
- Essential self adalah sumber dari berbagai perilaku positif.
- Cara mencapai essential self dan berlatih untuk mendapatkan cara-cara yang paling sesuai bagi dirinya.
- Memahami hambatan-hambatan yang biasanya menghalangi seseorang untuk menemukan essential self-nya, seperti dendam, adanya attachment, cara berpikir yang keliru, atau belum terbentuknya mental abundance.
- Memahami bagaimana cara untuk mengatasi hambatan yang mungkin ada padanya dalam mencapai essential self-nya.
- Memberikan dorongan menyegarkan bagi tiap peserta untuk menata kembali arah dalam kerja dan hidupnya secara keseluruhan.
Metode yang dikembangkan dalam workshop dua hari ini adalah experiential learning. Dalam hal ini tiap peserta diharapkan dapat menemukan insight penting berdasarkan pengalaman langsung yang diperolehnya dalam aktifitas workshop.

